Fuck,Damn ,Asshole..boleh dong mengumpat. Umpatan ini tak tertuju pada anda yang membaca.
Terkadang keluhan harus dikeluarkan, tapi bagaimana jika tak ada ruang untuk itu?.
ini menjadi ruang bagi dia, anda dan mereka.
Mengumpatlah, kau senang melakukan itu. Aku juga senang mengumpat.
Tapi terkadang tak tertuju pada suatu apa.
Ini hanya kekesalan yang tertahan begitu lama, keadaan tak mungkin di persalahkan.
Malam itu ia menerima pesan singkat yang menghentakkan dada, memicu emosi jiwa. Dan keluarlah umpatan itu.
Kau, ya kau cobalah sekali saja mengumpat. Sesak didada itu tak hilang, hanya berkurang.
Sedikit saja, tidak membantu memang. Tapi dia merasakan manfaatnya, begitu katanya.
Dia begitu kesal, orang itu memang telah banyak sekali membantunya. Tapi itulah manusia, selalu merasa superior diantara sesamanya.
Sedikit berlebih, terasa diri bagai pemilik dunia. Seolah semua hendak di hitung dengan rupiah, serasa masalah selesai dengan rupiah.
Dia tak bisa berbuat apa, akibat budi yang tersisa. Itulah manusia, bukan nabi yang membantu tanpa pamrih. Tapi selalu mengaku menjadi pengikut nabi, namun dengan segala kejelekkan setan yang mengiringi.
Tapi dia mengaku lelah, terkadang. Ia ingin menghentikan roda itu, yang di sebut waktu.
Ini sudah terlalu jauh, kita kembali pada umpatan.
oya, dia bercerita ingin mengumpat orang yang telah membuatnya berhutang budi.
Dia ingin,sekali saja menjadi superior dari orang yang menolong nya dulu.
Bukan tanpa alasan, karena terlalu lelah terinjak.
Nalurinya membuat dia ingin berontak.
Apakah dia di ijinkan membunuh?
share everything you get with love, you'll get everything full of love..
Showing posts with label luapan jiwa teriak tanpa suara. Show all posts
Showing posts with label luapan jiwa teriak tanpa suara. Show all posts
Saturday, 16 January 2010
Friday, 14 August 2009
@#%$^&%*...alakazaamm gone with the tears.....
when I say no, it is A NO.
when I say yes, i`ve been thinking of it for thousand days.when I say maybe, im not sure for what iam saying.
me, has been killed by your love.no, not ur 31 days. but it`s his thousand days.
like a never healed wound.like a new pain in every breath, every tears.
vanishing you from my few years to go , that`s what I want.but it seems to hard, since you take my 100 % soul.each step printed on the sand, will not gone just by like that.
each day we`ve been trough, will not gone just by like that.nor every kisses, nor every smile, nor every wound, nor every love we made.
when I say yes, i`ve been thinking of it for thousand days.when I say maybe, im not sure for what iam saying.
me, has been killed by your love.no, not ur 31 days. but it`s his thousand days.
like a never healed wound.like a new pain in every breath, every tears.
vanishing you from my few years to go , that`s what I want.but it seems to hard, since you take my 100 % soul.each step printed on the sand, will not gone just by like that.
each day we`ve been trough, will not gone just by like that.nor every kisses, nor every smile, nor every wound, nor every love we made.
lukisan, akhir perjalanan yang melelahkan!!

Akhir dari perjalanan yang melelahkan.aku tidak pernah tahu persis kapan perjalanan itu tepatnya dimulai, tapi tanpa terasa aku sudah berada dipersimpangan. dan tangan pun tak mau berhenti melukis kisah itu di atas kanvas hidup yang panjang dan luas.berjuta menit telah terlewati, semua warna telah tertuang di atas kanvas itu.bahkan hingga warna yang aku sendiri tak mengerti itu apa.
entahlah, kadang indah kupandang, kadang menyakitkan mata.berkali kubanting kuas itu dan kanvas itu, tapi kembali terlukis lagi beragam warna diatasnya.warna yang aku sendiri tak mengerti itu apa pun kembali muncul.aku muak!!ingin berhenti menorehkan lukisan itu di hidupku, tapi mereka terus menawarkan kuas yang baru, kanvas putih yang menggoda dan warna warna itu.tapi ini semua harus terhenti, tapi aku takut mengakhiri.takut menentukan lukisan mana yang akan ku pandang hingga akhir hidupku, yang akan memberikan kenyamanan setiap aku memandangnya, yang akan menyejukkan saat aku galau gulana, yang akan meredakan emosi saat aku melihatnya, yang akan memberikan kehangatan saat aku mulai membeku karena waktu.takut, ragu dan takut memutuskan.apakah aku harus menjadi pelukis dalam kanvas ku sendiri selamanya, atau kugantung saja abstrak itu, atau mungkin bukan abstrak, lukisan tak bertema.aaarggghhh......mereka mengatakan Tuhan telah menentukan, tapi apalah itu.. hheeggghhrrtt cukuplah, begitu saja lukisannya, menurutku. entah dengan kalian..
cukup adil?
Aku cukup adilDengan memberikan kesempatan pada hatiku. Tapi hatiku keterlaluan. Tapi dia juga terlalu. Aku cukup adil dengan tidak membandingkannya dengan cinta masa lalu ku, tidak sedikit.
Tapi dia begitu, menyandingkan ku dengan masa lalu.Aku cukup adil dengan menerima segala kekurangannya, yang kadang membuatku jengah. Tapi dia terlalu, tak berlaku sama padaku.Aku cukup adil bagi hatiku, yang penuh curiga dan memberi jawab. Tapi yang terjadi, ia tak siap.Tapi aku rasa aku tak cukup adil memberikan luka pada hati ku yang masih membekas luka lama. Aku tak cukup adil pada hati yang masih basah oleh luka lalu dan memberi luka baru.Dan aku ingin menjadikan ini cukup adil, dengan tidak memperkenalkan hatiku pada cinta dan luka lagi.
Tapi dia begitu, menyandingkan ku dengan masa lalu.Aku cukup adil dengan menerima segala kekurangannya, yang kadang membuatku jengah. Tapi dia terlalu, tak berlaku sama padaku.Aku cukup adil bagi hatiku, yang penuh curiga dan memberi jawab. Tapi yang terjadi, ia tak siap.Tapi aku rasa aku tak cukup adil memberikan luka pada hati ku yang masih membekas luka lama. Aku tak cukup adil pada hati yang masih basah oleh luka lalu dan memberi luka baru.Dan aku ingin menjadikan ini cukup adil, dengan tidak memperkenalkan hatiku pada cinta dan luka lagi.
ouuch...hei..penikmat getir dan luka
dear cinta..getir ya,di saat kata tak lagi bisa menyatukan kita.Getir juga di saat rasa tak berbalas. Berawal keindahan, ketika berbagi madu semua bahagia. Tapi aku selalu bertanya, adakah cinta yang tidak selalu berakhir benci.Tak lah.
Semua berakhir getir.Aku menjauh sajalah dari cinta.Takut merasakan getir lagi.Sesaat manis, getirnya lama.Mereka, para pujangga tak berdusta, tak sekedar menjalin kata menjadi syair." butuh satu jam mengenalmu, sehari menyukaimu, kemudian cintaimu, tapi seumur hidup untuk lupakanmu"Sigh..Aku benci kalimat itu.Tapi aku lebih benci lagi,mengakui kebenaran kalimat itu.Sudahlah, kuputuskan menjauh saja dari cinta.Cinta yang berakhir getir.Cinta yang menyakitkan.Sstt..tapi ku beri tahu rahasia, aku sebenarnya,dan hatiku menikmati getir dan sakit itu. Kamu juga??hah??
Semua berakhir getir.Aku menjauh sajalah dari cinta.Takut merasakan getir lagi.Sesaat manis, getirnya lama.Mereka, para pujangga tak berdusta, tak sekedar menjalin kata menjadi syair." butuh satu jam mengenalmu, sehari menyukaimu, kemudian cintaimu, tapi seumur hidup untuk lupakanmu"Sigh..Aku benci kalimat itu.Tapi aku lebih benci lagi,mengakui kebenaran kalimat itu.Sudahlah, kuputuskan menjauh saja dari cinta.Cinta yang berakhir getir.Cinta yang menyakitkan.Sstt..tapi ku beri tahu rahasia, aku sebenarnya,dan hatiku menikmati getir dan sakit itu. Kamu juga??hah??
luapan situ jiwa II : cintaku tak separuh hati.
sakit masih melihatnya tertawa dalam luka yang dalam.tapi aku rasa, tak rela juga biarkan ia membawa bahagiaku pergi.kamu tahu apa rasa hidup separuh nafas? Setengah hati? Separuh hidup? Setengah mati?
ini apa yang aku rasa!? dia berlalu, berlari dan pergi membawa setengah, separuh itu, dari sini (jiwa).seluruh yang ada ditubuhku berpasangan. tangan,kaki,mata..hati. Hati??ya hatiku. bahkan hatiku berpasangan. itu yang kau bawa separuh, setengah. jika memang itu belahan hatiku, maka kuberi tahu jalan kembali..Tapi asal kau tau, aku mencintaimu tak pernah separuh hati. Aku mencintaimu sepenuh hati.
ini apa yang aku rasa!? dia berlalu, berlari dan pergi membawa setengah, separuh itu, dari sini (jiwa).seluruh yang ada ditubuhku berpasangan. tangan,kaki,mata..hati. Hati??ya hatiku. bahkan hatiku berpasangan. itu yang kau bawa separuh, setengah. jika memang itu belahan hatiku, maka kuberi tahu jalan kembali..Tapi asal kau tau, aku mencintaimu tak pernah separuh hati. Aku mencintaimu sepenuh hati.
luapan situ jiwa, tapi tak memakan korban
akan ada masa yang hilang dalam kehidupan seseorang.aku kini disini.. tak begitu lama memang.tapi waktu yang singkat itu menggoreskan banyak hal. luka, mulai dari yang tak berbekas, hingga yang tak bisa hilang.bahagia, dari yang tertawa saja, hingga meneteskan air mata.
aku berusaha memberi yang terbaik untuk kalian. walau kalian tak melihat itu suatu apa.pengembaraanku usai sudah disini.mungkin tak banyak juga yang ku beri.tak sebanyak yang ku kira dan ku raih. tapi cukup banyak untuk ku memperoleh ajaran.inilah yang aku gunakan nanti, terbaik ku akan keberikan juga pada mereka.meski kalian pikir itu juga bukan suatu apa.terpenting buatku adalah, Dia merestuinya.dan asa dari orang orang terdekat yang kusayang, yang kini digantungkan di pundak ku.itu lah yang akan menjadi penuntun ku dan berkat ku melangkah.terimakasih kawan dan lawan. baik buruk mu telah membentuk ku.doa umpat mu telah mengasah ku.puji caci mu telah menginspirasi ku.cium tampar mu telah menyemangati ku.kini kita berai, namun jiwa mengikat erat.baiklah teman teman, bismillahirahmanirrahim.
aku berusaha memberi yang terbaik untuk kalian. walau kalian tak melihat itu suatu apa.pengembaraanku usai sudah disini.mungkin tak banyak juga yang ku beri.tak sebanyak yang ku kira dan ku raih. tapi cukup banyak untuk ku memperoleh ajaran.inilah yang aku gunakan nanti, terbaik ku akan keberikan juga pada mereka.meski kalian pikir itu juga bukan suatu apa.terpenting buatku adalah, Dia merestuinya.dan asa dari orang orang terdekat yang kusayang, yang kini digantungkan di pundak ku.itu lah yang akan menjadi penuntun ku dan berkat ku melangkah.terimakasih kawan dan lawan. baik buruk mu telah membentuk ku.doa umpat mu telah mengasah ku.puji caci mu telah menginspirasi ku.cium tampar mu telah menyemangati ku.kini kita berai, namun jiwa mengikat erat.baiklah teman teman, bismillahirahmanirrahim.
Subscribe to:
Posts (Atom)