Showing posts with label ini indonesia?. Show all posts
Showing posts with label ini indonesia?. Show all posts

Friday, 1 August 2014

Maria dan sajadahnya


Semua yang berawal, pasti akan berakhir.  Semua yang mencari, pasti akan menemukan. Atau ditemukan. Atau bertemu. Terkadang sepi terasa. Melihat sekeliling yang teramat ramai. Hingar bingar dengan kebahagiaan mereka masing masing. Gadis manis itu hanya bisa mengamati sekelilingnya. Menyaksikan orang orang tertawa.
Sementara jauh di lubuk hatinya, sebuah luka terasa sangat dalam. Luka karena pencarian yang tak berakhir. Luka karena penyeselan membiarkan waktu meninggalkannya tanpa makna. Luka karena menghianati hati dan menyia nyiakan hatinya. Luka yang sudah sangat jelas tidak bisa diperbaiki. Karena luka terkait waktu.
Tapi jauh di sudut hati terdalam, meski sangat kecil, ia memaksakan lilin pengharapan terus menyala. Meski dengan sumbu yang semakin pendek dengan api yang membakar luar biasa.
Ia sekali lagi hanya bisa tertegun, memutar kembali isi kepalanya, isi hatinya, dan segala kenangan yang muncul silih berganti. Pelan pelan terucap kata yang ia sendiri sadar, tak perlu diucapkan.
"seandainya… andai saja.. jikalau… ahh mengapa…"
Kata kata yang ia sendiri sadar, tidak akan berguna banyak untuk merubah segalanya.
Pelan pelan ia mencoba membawa dirinya ke jalan yang kebanyakan orang menyebutnya ,"jalan lurus, jalan yang benar".


Wednesday, 2 September 2009

malay moon a.k.a terang bulan..jreng jeng jeng jeng..

Jadi begini, lagu terang bulan itu awalnya adalah lagu berbahasa Inggris yang di gubah oleh Paul Lon Vard dengan judul asli Malay Moon, jauh sebelum PD II.Lagu ini sangat populer di Indonesia, juga di Malaysia.

Pada saat lagu ini sangat populer, Malaysia menjadikan irama lagu ini sebagai lagu kebangssan mereka dan mengganti syairnya. Sementara kita memjadikannya lagu yang populer dalam pergaulan

"Saya masih punya itu pikiringan hitamnya".

Tapi beredar di media, presiden Soekarno pernah menghadiahi Malaysia dengan piringan hitam lagu terang bulan? Bener begitu?

"Wah, itu sebelum PD II, ya bisa juga. Tapi yang pasti sejak Malaysia menjadikan lagu itu sebagai lagu kebangsaan mereka, Bung karno waktu itu minta agar menghargai lagu kebangsaan negara tetangga, dengan tidak terlalu sering memutarnya".

Beginilah kurang lebih penggalan pembicaraan saya dengan Kris Biantoro, seorang penyanyi lawas yang juga MC kondang.

Well, apapun itu, Malaysia ini sudah terlalu sering bermasalah dengan kita soal karya budaya.
Negara Malay itu maju, ekonomi tumbuh kembang, rakyat multi etnis nya makmur. Tapi kok ya seperti tidak punya identitas bangsa, tidak punya jati diri, sehingga harus mengklaim karya budaya negara lain.

Tak melulu salah Malaysia juga sih. Kita yang kaya karya seni budya, seperti tidak terlalu menghargai, tak mau tau. Pak Menbudpar, sudah benar rasanya anda mempermudah birokrasi untuk memantenkan atau mendaftarkan sebuah karya. Tapi kenapa baru sekarang??!! Kenapa nunggu di colong dulu??!!

Sighh... Sudahlah, saya mau dengar lagu Malay Moon dulu..

Friday, 14 August 2009

noor,di tanggal 8 bulan 8 dan densus 88

Saturday, August 8, 2009 at 11:54am

Saya bercerita pada orang di dunia cermin.Suatu hari, Drama itu dimulai. Tepatnya jumat sore. Dihari yang sama saat ledakan terjadi di dua hotel di kuningan jakarta, jumat 17 juli lalu.Tim densus baku tembak dengan sekelompok orang yang tak dikenal, di duga satu diantarnya adalah gembong teroris nomor wahid yang paling dicari, Noordin M Top.


Wah,sepertinya sangat ditakuti ya.Baku tembak katanya, hingga malam. Tapi sejumlah reporter televisi yang melaporkan menyebut hanya mendengar sedikit saja,beberapa kali saja tembakan dari dalam rumah.Yah, selengkapnya pastilah, kita semua sudah "well informed" dari beberapa tv yang melakukan laporan langsung "eksklusif".Singkat kata, drama berlangsung dari jumat sore, lanjut hingga sabtu pagi, kemudian berakhir dengan tewasnya sang buron.Saya terbangun, melihat robot. Seperti robot yang di buat oleh remaja indonesia , yang menang di kejuaraan robor beberpa waktu lalu. Menarik sekali, 2 robot pengintai di luncurkan, apa densus kita terlalu takut ambil resiko ya? Kalau di lihat, robot begitu juga ga terlalu bs menghasilkan banyak. Teroris (kalo memang ada ya )juga ga bodoh lah. Robot dengan ukuruan itu tanpa ada senjata yang bisa melukai orang, bisa aja dirusak kan, sama teroris nya. Seorang Noordin gitu loh, mati aja ga takut, apa lagi cuma robot kecil. HmhmmDitengah drama tembak tembakan di temanggung,densus juga menggrebek sebuah rumah di bekasi,lagi lagi katanya ditemukan ratusan kilogram bahan peledak. Salah satu target yang akan diledakkan adalah kediaman pak beye di cikeas.
1. Apakah setelah peristiwa 17 juli, org akan sangat gampang memperoleh dan membawa bawa bahan peledak? Padahal razia, katanya ada di mana-mana. Hmmm barang kali luput ya ??
2. Setelah 17,persisnya setelahpak beye mengumumkan kalau dirinya menjadi sasaran teroris, pengamanan di cikeas di tingkatkan, banget.
Hhmm mikir mikir juga kali ya, bisa bisa seblum masuk gerbang cikeas, bom udh meledak ( frustasi, ga bisa nembus masuk )heheYah, itulah. Yang lain, hari ini tanggal 8 bulan 8 , densus 88 mengukir prestasi.
Hhm pemilihan tanggal yang bagus sih utk dikenang. Hehe yang ini ga penting tuan.Back to the topic. Setiap kali penggrebekan oleh densus, selalu berakhir dengan matinya, tewasnya, para teroris.Sebagai orang awam, tentunya berharap aparat menangkap teroris hidup. Jangan diputus informasi nya. Ada satu lagi yang sebenarnya ingin saya ceritakan pada teman di dunia cermin, sebuah spekulasi.
Tapi berhubung di dunia nyata sana ada UU ITE dengan pasal karet nya, saya berfikir 2 kali saja, dari pada merasakan bui.Akhirnya, drama satu babak berakhir dengan tewas nya sang gembong. Terus ? Apa yang lain? Yang lain, ya itu. Tinggal menunggu bagaimana skenario ini akan berakhir.Jenasah noordin akan di identifikasi.
Bahkan mungkin tes DNA untuk memastikan , kalau itu benar2 noordin. Tapi kemudian tes DNA, kebenarannya seperti apa?yah bisa jadi nanti muncul, itu ternyata bukan noordin.Kalau itu bukan noordin?yah, bagus dong densus masih ada 'kerjaan.
Tapi yang penting Masyarakat puas dengan akhir drama teror dan pelarian noordin selama kurang lebih 7 tahun.

Teruuuss???

Bluuuur ah, cermin nya retak, maka cerita terhenti.