Wednesday, 4 November 2015

Ada doa terselip untukmu, berbahagialah.

Tak ada yang abadi yang dimiliki setiap insan dalam hidupnya. Entah apapun itu bentuknya. Orang tua kita, anak anak kita, saudara kita, suami atau istri kita, kekasih kita pun sahabat.
Apapun bentuknya, dan bagaimanapun kita menyebutnya, semua memiliki satu kesamaan, yakni bukan milik kita selamanya, dan dekat sekali dengan kata kehilangan. Hal ini mengajarkan satu kesamaan. Bahwa, tak ada satupun sesungguhnya di dunia ini yang menjadi milik kita.
Janganlah larut dalam kesedihan, kehilangan hanyalah proses. Proses belajar untuk ikhlas. Tak mudah memang. Tapi bukannya tak mungkin. Pun demikian dengan luka dan sakit hati. Adalah proses, tak mudah untuk lewati tapi akan hilang entah berapa lama.


Biaran waktu yang mengobati. Janganlah selalu dipaksakan dengan alasan waktu jua, sudah sebulan, empat bulan , enam bulan , setahun mengapa kau menyimpan dendam.
Karena kita sama sama tak tahu dalamnya hati manusia. Termasuk juga tak tahu dalamnya cinta seorang manusia ke manusia lainnya.
Janganlah memperhitungkan waktu, hanya karena kau punya tujuan tertentu.
Biarlah yang terluka menikmati lukanya terlebih dahulu, biarlah yang kehilangan menikmati kehilangannya terlebih dahulu .
Janganlah kita menghitung hitung waktu bagi mereka yang tengah berduka. Tak ada yang tahu memang, mungkin lusa atau nanti kita mati. Yang menjadi ketakutan terbesar adalah ketika kita mati membawa luka dan dendam. Biarkan itu menjadi urusan masing masing mahkluk  dengan sang pemberi nyawa.
Kita, bahagialah saja dengan rencana rencana masing masing. Jangan sembunyikan bahagia dibalik topeng kepura-puraan. Apa jadinya jika nanti bahagia itu nanti sungguh sunggu pergi?.
Apa kita siap, mau mengecap sesal?
Bahagialah dengan mimpi mimpi yang telah kita buat.
Yang terluka dan yang dendam biar menjadi perkara bagi mereka  dengan sang pemberi nyawa.
Pengait kaki berjuta ton sudah lepas, terbanglah  tinggi. Sentuh mimpimu dengan ujung jarimu, agar menjadi nyata.
Ada doa terselip untukmu, berbahagialah.


3 comments:

Anonymous said...

Dibalik kata-kata ada beberapa pesan yg bisa saya ambil. Ini bagus ...

Anonymous said...

mantap

hendronurkholis said...

Padek ni, tamanuang wak abis mbaconyo