Tuesday, 31 August 2010

Aku tahu aku mencintaimu setelah aku mati


Hey malam, apa kabar. Lama tak menyapa. Ini artinya lama aku tak terluka dan tak jatuh cinta.
Dini hari juga masih saja sendiri, setia menemani ku. Pelan pelan disini mulai tertata. Malam, sebentar lagi aku mungkin tak akan mendampingimu lagi.


Sebentar lagi mungkin aku ingin kau berjalan lebih lambat. Karena aku ingin menikmati setiap detik bersamamu malam, yang ditemani dirinya. Bagaikan cinta edward kepada bella, gravitasi tak lagi alasan bersandar pada bumi. Tapi cintaku pada nya lah yang menjadi sandaran aku berpijak.
Malam , tidakkah kau rindu saat aku tersenyum lagi. Walaupun aku tahu senyum itu palsu, dan hanya sejenak saja. Tapi merasakan senyum tergaris kembali di wajah yang sudah keras menahun, rasanya tak terlalu buruk juga, malam.
Malam, kini setiap detik yang ku lalui tak ingin tersia sia. Aku ingin menikmati wajah nya yang tenang saat terlelap, menatap, raut tanpa cela itu. Aku ingin terjaga, agar bisa menyaksikan kedamaian saat ia terpejam. Aku ingin mengikuti setiap irama nafas dan detak jantung nya saat ia tak sadar bahwa aku ada menjaga lelapnya. Dan aku ingin terjaga,untuk menyapu air mata diujung mata indahnya. Air mata?
Malam, tapi aku tak bisa menyentuhnya dengan jariku yang penuh cinta. Aku panik, aku tak bisa merasakan nafasnya menyapu wajahku lagi. Setiap genggamku tak bisa menyentuh indahnya dia. Aku terlambat malam, aku terlambat mengatakan bahwa aku sangat menyintainya melebihi jiwa ku. Aku terlambat menyampaikan alasanku bertahan selama ini, yaitu cintanya. Aku terlambat menunjukkan bahwa diriku adalah bagian dirinya yang tak mungkin terpisahkan.
Kini aku hanya bisa menyaksikan tidurnya, tanpa bisa merasakan nafasnya, tanpa bisa menggenggamnya, tanpa bisa menyapu airmatanya yang terjatuh karena aku. Karena kematianku, karena kepergian. Aku mati malam. Dan aku terlambat mengatakan bahwa aku mencintainya, lebih dari cinta hawa pada adam.
Malam, aku ingin memutar kembali waktu sekali saja, dari ribuan hari yang telah berlalu, untuk mengatakan aku mencintanya malam.



Tuesday, 27 July 2010

aku cintaku dan beku




Ini titik titik hujan yang jatuh, persis di hatiku yang beku.
aku beku menunggu cintamu
aku beku karena cintamu
aku beku melihatmu bercinta dengannya
aku beku saat kau kecup dia
aku beku saat kau bahagia menggenggamnya


Aku beku saat kau membangun mahligai dengannya
Aku beku saat kau memadu kasih dengannya
Tapi aku tak beku saat kau menangis karenanya
Aku tak beku saat kau terluka karenanya aku tak beku saat dia tinggalkanmu
aku tak beku saat kau ingin mati karena cinta nya tinggalkan mu
Aku masih ada menghangatkan mu
Aku masih ada utk mencintaimu
Aku masih ada mengajarkan mu berkasih lagi
Karena cintaku tak pernah beku untuk mu
Karena cintaku bagaikan bara untuk mu

Sunday, 25 July 2010

aku masih terpenjara masa lalu


Aku berkecamuk, aku galau. Buku ini kubalik dan kubalik lagi. Sambil menatap gadget canggih di tangan, bertuliskan nama nya di contact list ku. Ya, tidak, iya , tidak. Hanya dua kata itu saja yang terus ada dibenakku. Iya, karena aku tau, mata nya yang cerdas telah membiusku. Tidak, karena, seperti biasa, di saat hati ku mulai berbicara, rasa percaya diri seolah runtuh dan terbang oleh debu. Ini beda, dengan yang biasa aku hadapi.




Biasanya, mereka mengejarku, hingga tertatih. Dan kemudian di penghujung jalan, aku akan tertawa puas dan hanya melirik. Tapi ini, lain. Bahkan pagi ini aku tak menyapa matahari. Takut berlebihan yang aku rasa. Sampai sampai mataharipun akan menghanguskan aku dengan cahayanya yang hangat.
Sayup sayup, dari layar kaca aku mendengarkan lagu itu, lagi. Seketika semua buyar. Bahkan biusan mata nya pun hilang. Detik itu juga aku tersadar, bahwa bayangan masa lalu itu sesungguhnya tidak pernah pergi dari lubuk hati.
Aku hanya bisa menarik nafas panjang, sambil mengumpat diri sendiri. Ternyata oh ternyata, selama ini aku telah ditipu hatiku sendiri. Bangsat! Cinta ini memang bangsat, bahkan aku yang cerdas sangat, tak sadar telah di perbudak dan dikekang nya. Dia , tak pernah benar benar pergi dari sini (hatiku).
Tuhan oh Tuhan, Kau memang luar biasa Tuhan. Dengan bentuk anugerah Mu yang ini.
Rasa. Rasa adalah anugerah yang luar biasa. Entah itu rasa sakit, rasa benci, rasa cinta dan rasa sayang. Tuhan, aku masih saja terpenjara masa laluku. Meski otak dan mulutku berkata tidak. Tapi gumpalan daging merah di dadaku masih berkata sejuta iya.
Kembali menatap gadget canggih di tanganku. Hanya melihat sejenak, aku langsung beralih ke gadget canggih lain. Mulai mengetik namanya. Aku cemas, tak menemukan namanya. Tak bisa kutemukan lagi di dunia maya.
Secara fisik, dia benar benar tak ada lagi. Tapi, lagi lagi bangsat, secara rasa, dia masih menguasai hatiku. Aku masih terpenjara masa lalu. Ampun, aku masih merindukanmu, ternyata.


we are the heart breaker


Aku tidak berambut panjang yang terurai seperi mayang.
Aku tidak pakai rok mini mengumbar paha pada setiap pejantan.
Aku tidak berkata manis untuk mendapat balas yang lebih manis.
Tapi aku punya ketulusan.




Dia bertekuk di ujung kaki mu karena harta, sedangkan kau berdiri diatas kepalanya karena mendamba cinta berkeringat.
Apakah karena rambutku tak terurai, paha ku tak melambai dan cintaku tak berkeringat, maka aku tak pantas di sebut wanita?
Aku wanita, aku memilih sendiri cintaku. Telah lewat masa nya kalian memilih kami.
Aku wanita, tak akan mengemis cinta hanya karena butuh naungan. Tak lagi kini.
Aku wanita, berdiri dengan kedua kakiku, serta kalian sebagai alasnya.
Ya, karena kini semua sudah berbeda bagiku.
Hei, apakah itu amarah yang ada dimatamu? Mengapa? Karena kau membaca pesanku ini?
Hei, apakah tak terbersit bahwa aku punya rasa marah yang sama dengan mu, ketika kau berlaku seperti ini?
Ya, kini kau tau rasanya bukan?
Ya karena kita berawal pada satu titik yang sama, aku adalah kau yang membuatku ada. Dan aku adalah kau yang akan membuatku tiada.
Camkan itu.




Saturday, 24 July 2010

ini bukan sekedar cinta, ini belahan jiwa

Dan langkah merekapun beriringan menuruni anak tangga itu. Hanya karena memuaskan rasa penasaran, orang orang disekitar, mereka jalan beriringan.
Tapi sebenarnya siapa yang tau bahwa sebenarnya merekapun menginginkan langkah beriringan itu, tanpa mereka sadari.
Berawal dari tatapan yang beradu, tersungging senyum yang tersipu. Dunia maya itu telah menyatukan mereka.






Tapi mereka juga masih ragu, apakah itu hanya rasa sejenak yang menggebu. Atau sebaliknya, rasa yang sesungguhnya telah mereka damba sekian lama, dalam angan.
Sehingga, pilihan untuk meninggalkan apa yang telah mereka putuskan bersama dengan masing masing cintanyapun, terabaikan.
Karena mereka sama sama meyakini, “bahwa kekasih yang sekarang ini mendampingi adalah belum tentu belahan jiwa masing masing”.
Sehingga saat tatap itu beradu, ada rasa yang luar biasa. Melebihi rasa yang ia dan dia rasakan masing masing kepada orang yang pernah dan saat ini tengah mengisi hati meraka .
Entah hanya euphoria sesaat, atau untuk selamanya. Tapi tak ada yang pernah tahu.
Sama seperti tak tahu nya, bahwa kekasih dan istri atau suami mereka adalah bukan belahan jiwa mereka. Dan belahan jiwalah yang selama ini ternyata aku, kau dan dia dambakan.
Sama seperti tak tahunya bahwa, Tuhan sebenarnya telah menyiapkan belahan jiwa bagi setiap umat nya, terlepas dari kekasih,istri dan suami.
Dan itu ada padamu, yang baru aku temui beberapa menit. Tanpa tahu masa lalu dan apa yang terbentang di depanmu. Karena ini bukan sekedar cinta, karena ini adalah belahan jiwa.

Sunday, 11 July 2010

bom waktu di dapur mereka


berkata dibawah bintang, di atas rumput hijau di antara semilir angin, tapi dalam mimpi.
dan mimpi itu terputus ketika lagi lagi rakyatku meledak? teroris? bukan bentuk teroris biasa.
teror dari mereka yang seharusnya mengayom rakyatku.
teror dari mereka yang seharusnya memperbaiki kehidupan rakyatku.
teror dari mereka yang meraup keuntungan dari rakyatku.
teror dari mereka yang menjadi lintah jenis baru bagi rakyatku.



kesulitah hidup rakyatku menjadi sumber bisnis bagi mereka.
tidak ada yang salah dengan tabung gas 3 kilogram itu, jika saja semua infrastruktur telah di siapkan.
tidak ada yang salah dengan tabung gas itu, jika mereka memberikan barang dengan kualitas bagus.
tidak ada yang salah juga jika pengadaan tabung dan selang yang berkualitas dan dengan tender yang jelas.

tapi tidak ada juga siapapun yang hendak aku persalahkan.
salahkan lah selalu kami yang miskin yang bodih yang tak mengerti menggunakan kompor gas?
salahkanlah kami yang tinggal diligkungan padat, sehingga bakar satu habis semua?
salahkan juga kami yang tidak mampu membeli peralatan dengan kualitas bagus?

tidak, bukan salah kami juga, kalau mereka yang seharusnya mengayomi rakyat, telah meletakkan bom waktu di masing masing dapur kami.
bom waktu yang setiap saat siap merenggut kami yang bodoh yang miskin dan yang kecil.

sementara, kau, mereka yang seharusnya mengayomi , tidak berbuat apa, selain menyalahkan dan berdebat mempermasalahkan.


kami yang miskin lebih serba salah,memakai gas takut meledak, memakai minyak tanah, lebih mahal dari nasi kami sepiring.

lebih baik kami tidur dan bermimpi saja, hidup ini lebih baik. bukan disini , disana atau entah di mana.

Saturday, 20 March 2010

Aku Hanya Mahkluk



Dan akupun terbuai Tuhan, oleh apa yang kata nya telah kau tuliskan.
Dan aku tidak mempertanyakan di awal.
Tapi waktu terus berjalan, hingga tibalah pada saat tanya itu.
Aku lari, lebih cepat ke depan, atau ke belakang?
Entah, tapi aku tak mencoba dua duanya.



Oh, Tuhan, disini Kau rupanya. Jadi masih ingat ada nya Aku di dunia?.
Bukannya Kau yang menitipka ruh itu pada nya.
Agar ia bisa berbuat dosa dan pahala.
Tapi Kau lupa Tuhan, aku ini mahkluk.
Kau tau maksut ku bukan?
Iya aku hanya mahkluk, jadi aku rasa aku tak bisa ikut semua garismu.
Tapi entah, mungkin garis ini berakhir indah.
Tapi hanya saja aku mahkluk yang tidak cukup kuat, tidak cukup berani, tidak cukup waras, untuk meniti garis ini hingga akhir.
Jadi bagaimana Tuhan?
Apakah aku masih akan Kau coba?
Apakah aku masih akan Kau tunggu?
Atau mungkin aku tidak terpilih untuk menuju akhir dari garis itu.
Hey, apakah iya aku bisa mempertanyakan atau menawar?
Aku hanya mahkluk!

Saturday, 16 January 2010

Dia suka mengumpat. Bukan tanpa alasan. ya?

Fuck,Damn ,Asshole..boleh dong mengumpat. Umpatan ini tak tertuju pada anda yang membaca.
Terkadang keluhan harus dikeluarkan, tapi bagaimana jika tak ada ruang untuk itu?.
ini menjadi ruang bagi dia, anda dan mereka.
Mengumpatlah, kau senang melakukan itu. Aku juga senang mengumpat.



Tapi terkadang tak tertuju pada suatu apa.
Ini hanya kekesalan yang tertahan begitu lama, keadaan tak mungkin di persalahkan.
Malam itu ia menerima pesan singkat yang menghentakkan dada, memicu emosi jiwa. Dan keluarlah umpatan itu.
Kau, ya kau cobalah sekali saja mengumpat. Sesak didada itu tak hilang, hanya berkurang.
Sedikit saja, tidak membantu memang. Tapi dia merasakan manfaatnya, begitu katanya.
Dia begitu kesal, orang itu memang telah banyak sekali membantunya. Tapi itulah manusia, selalu merasa superior diantara sesamanya.
Sedikit berlebih, terasa diri bagai pemilik dunia. Seolah semua hendak di hitung dengan rupiah, serasa masalah selesai dengan rupiah.
Dia tak bisa berbuat apa, akibat budi yang tersisa. Itulah manusia, bukan nabi yang membantu tanpa pamrih. Tapi selalu mengaku menjadi pengikut nabi, namun dengan segala kejelekkan setan yang mengiringi.
Tapi dia mengaku lelah, terkadang. Ia ingin menghentikan roda itu, yang di sebut waktu.
Ini sudah terlalu jauh, kita kembali pada umpatan.
oya, dia bercerita ingin mengumpat orang yang telah membuatnya berhutang budi.
Dia ingin,sekali saja menjadi superior dari orang yang menolong nya dulu.
Bukan tanpa alasan, karena terlalu lelah terinjak.
Nalurinya membuat dia ingin berontak.
Apakah dia di ijinkan membunuh?

Wednesday, 2 September 2009

malay moon a.k.a terang bulan..jreng jeng jeng jeng..

Jadi begini, lagu terang bulan itu awalnya adalah lagu berbahasa Inggris yang di gubah oleh Paul Lon Vard dengan judul asli Malay Moon, jauh sebelum PD II.Lagu ini sangat populer di Indonesia, juga di Malaysia.

Pada saat lagu ini sangat populer, Malaysia menjadikan irama lagu ini sebagai lagu kebangssan mereka dan mengganti syairnya. Sementara kita memjadikannya lagu yang populer dalam pergaulan

"Saya masih punya itu pikiringan hitamnya".

Tapi beredar di media, presiden Soekarno pernah menghadiahi Malaysia dengan piringan hitam lagu terang bulan? Bener begitu?

"Wah, itu sebelum PD II, ya bisa juga. Tapi yang pasti sejak Malaysia menjadikan lagu itu sebagai lagu kebangsaan mereka, Bung karno waktu itu minta agar menghargai lagu kebangsaan negara tetangga, dengan tidak terlalu sering memutarnya".

Beginilah kurang lebih penggalan pembicaraan saya dengan Kris Biantoro, seorang penyanyi lawas yang juga MC kondang.

Well, apapun itu, Malaysia ini sudah terlalu sering bermasalah dengan kita soal karya budaya.
Negara Malay itu maju, ekonomi tumbuh kembang, rakyat multi etnis nya makmur. Tapi kok ya seperti tidak punya identitas bangsa, tidak punya jati diri, sehingga harus mengklaim karya budaya negara lain.

Tak melulu salah Malaysia juga sih. Kita yang kaya karya seni budya, seperti tidak terlalu menghargai, tak mau tau. Pak Menbudpar, sudah benar rasanya anda mempermudah birokrasi untuk memantenkan atau mendaftarkan sebuah karya. Tapi kenapa baru sekarang??!! Kenapa nunggu di colong dulu??!!

Sighh... Sudahlah, saya mau dengar lagu Malay Moon dulu..

Saturday, 15 August 2009

what kind of love? love what?

Love is patient, love is kind.
It does not envy,
it does not boast,
it is not proud.

It is not rude,
it is not self-seeking.
It is not easily angered
,it keeps no record of wrongs.
Love does not delight in evil,
but rejoices with the truth.
It always protects,
always trusts,
always hopes,
always perseveres.
Love never fails.

but it(this note) is a quotation :) coz' it is quotable, and, me n my mirror's world like it.

Bible~I Corinthians 13:4-8~

Friday, 14 August 2009

noor,di tanggal 8 bulan 8 dan densus 88

Saturday, August 8, 2009 at 11:54am

Saya bercerita pada orang di dunia cermin.Suatu hari, Drama itu dimulai. Tepatnya jumat sore. Dihari yang sama saat ledakan terjadi di dua hotel di kuningan jakarta, jumat 17 juli lalu.Tim densus baku tembak dengan sekelompok orang yang tak dikenal, di duga satu diantarnya adalah gembong teroris nomor wahid yang paling dicari, Noordin M Top.


Wah,sepertinya sangat ditakuti ya.Baku tembak katanya, hingga malam. Tapi sejumlah reporter televisi yang melaporkan menyebut hanya mendengar sedikit saja,beberapa kali saja tembakan dari dalam rumah.Yah, selengkapnya pastilah, kita semua sudah "well informed" dari beberapa tv yang melakukan laporan langsung "eksklusif".Singkat kata, drama berlangsung dari jumat sore, lanjut hingga sabtu pagi, kemudian berakhir dengan tewasnya sang buron.Saya terbangun, melihat robot. Seperti robot yang di buat oleh remaja indonesia , yang menang di kejuaraan robor beberpa waktu lalu. Menarik sekali, 2 robot pengintai di luncurkan, apa densus kita terlalu takut ambil resiko ya? Kalau di lihat, robot begitu juga ga terlalu bs menghasilkan banyak. Teroris (kalo memang ada ya )juga ga bodoh lah. Robot dengan ukuruan itu tanpa ada senjata yang bisa melukai orang, bisa aja dirusak kan, sama teroris nya. Seorang Noordin gitu loh, mati aja ga takut, apa lagi cuma robot kecil. HmhmmDitengah drama tembak tembakan di temanggung,densus juga menggrebek sebuah rumah di bekasi,lagi lagi katanya ditemukan ratusan kilogram bahan peledak. Salah satu target yang akan diledakkan adalah kediaman pak beye di cikeas.
1. Apakah setelah peristiwa 17 juli, org akan sangat gampang memperoleh dan membawa bawa bahan peledak? Padahal razia, katanya ada di mana-mana. Hmmm barang kali luput ya ??
2. Setelah 17,persisnya setelahpak beye mengumumkan kalau dirinya menjadi sasaran teroris, pengamanan di cikeas di tingkatkan, banget.
Hhmm mikir mikir juga kali ya, bisa bisa seblum masuk gerbang cikeas, bom udh meledak ( frustasi, ga bisa nembus masuk )heheYah, itulah. Yang lain, hari ini tanggal 8 bulan 8 , densus 88 mengukir prestasi.
Hhm pemilihan tanggal yang bagus sih utk dikenang. Hehe yang ini ga penting tuan.Back to the topic. Setiap kali penggrebekan oleh densus, selalu berakhir dengan matinya, tewasnya, para teroris.Sebagai orang awam, tentunya berharap aparat menangkap teroris hidup. Jangan diputus informasi nya. Ada satu lagi yang sebenarnya ingin saya ceritakan pada teman di dunia cermin, sebuah spekulasi.
Tapi berhubung di dunia nyata sana ada UU ITE dengan pasal karet nya, saya berfikir 2 kali saja, dari pada merasakan bui.Akhirnya, drama satu babak berakhir dengan tewas nya sang gembong. Terus ? Apa yang lain? Yang lain, ya itu. Tinggal menunggu bagaimana skenario ini akan berakhir.Jenasah noordin akan di identifikasi.
Bahkan mungkin tes DNA untuk memastikan , kalau itu benar2 noordin. Tapi kemudian tes DNA, kebenarannya seperti apa?yah bisa jadi nanti muncul, itu ternyata bukan noordin.Kalau itu bukan noordin?yah, bagus dong densus masih ada 'kerjaan.
Tapi yang penting Masyarakat puas dengan akhir drama teror dan pelarian noordin selama kurang lebih 7 tahun.

Teruuuss???

Bluuuur ah, cermin nya retak, maka cerita terhenti.

@#%$^&%*...alakazaamm gone with the tears.....

when I say no, it is A NO.
when I say yes, i`ve been thinking of it for thousand days.when I say maybe, im not sure for what iam saying.




me, has been killed by your love.no, not ur 31 days. but it`s his thousand days.
like a never healed wound.like a new pain in every breath, every tears.
vanishing you from my few years to go , that`s what I want.but it seems to hard, since you take my 100 % soul.each step printed on the sand, will not gone just by like that.
each day we`ve been trough, will not gone just by like that.nor every kisses, nor every smile, nor every wound, nor every love we made.

lukisan, akhir perjalanan yang melelahkan!!


Akhir dari perjalanan yang melelahkan.aku tidak pernah tahu persis kapan perjalanan itu tepatnya dimulai, tapi tanpa terasa aku sudah berada dipersimpangan. dan tangan pun tak mau berhenti melukis kisah itu di atas kanvas hidup yang panjang dan luas.berjuta menit telah terlewati, semua warna telah tertuang di atas kanvas itu.bahkan hingga warna yang aku sendiri tak mengerti itu apa.





entahlah, kadang indah kupandang, kadang menyakitkan mata.berkali kubanting kuas itu dan kanvas itu, tapi kembali terlukis lagi beragam warna diatasnya.warna yang aku sendiri tak mengerti itu apa pun kembali muncul.aku muak!!ingin berhenti menorehkan lukisan itu di hidupku, tapi mereka terus menawarkan kuas yang baru, kanvas putih yang menggoda dan warna warna itu.tapi ini semua harus terhenti, tapi aku takut mengakhiri.takut menentukan lukisan mana yang akan ku pandang hingga akhir hidupku, yang akan memberikan kenyamanan setiap aku memandangnya, yang akan menyejukkan saat aku galau gulana, yang akan meredakan emosi saat aku melihatnya, yang akan memberikan kehangatan saat aku mulai membeku karena waktu.takut, ragu dan takut memutuskan.apakah aku harus menjadi pelukis dalam kanvas ku sendiri selamanya, atau kugantung saja abstrak itu, atau mungkin bukan abstrak, lukisan tak bertema.aaarggghhh......mereka mengatakan Tuhan telah menentukan, tapi apalah itu.. hheeggghhrrtt cukuplah, begitu saja lukisannya, menurutku. entah dengan kalian..

cukup adil?

Aku cukup adilDengan memberikan kesempatan pada hatiku. Tapi hatiku keterlaluan. Tapi dia juga terlalu. Aku cukup adil dengan tidak membandingkannya dengan cinta masa lalu ku, tidak sedikit.

Tapi dia begitu, menyandingkan ku dengan masa lalu.Aku cukup adil dengan menerima segala kekurangannya, yang kadang membuatku jengah. Tapi dia terlalu, tak berlaku sama padaku.Aku cukup adil bagi hatiku, yang penuh curiga dan memberi jawab. Tapi yang terjadi, ia tak siap.Tapi aku rasa aku tak cukup adil memberikan luka pada hati ku yang masih membekas luka lama. Aku tak cukup adil pada hati yang masih basah oleh luka lalu dan memberi luka baru.Dan aku ingin menjadikan ini cukup adil, dengan tidak memperkenalkan hatiku pada cinta dan luka lagi.

ouuch...hei..penikmat getir dan luka

dear cinta..getir ya,di saat kata tak lagi bisa menyatukan kita.Getir juga di saat rasa tak berbalas. Berawal keindahan, ketika berbagi madu semua bahagia. Tapi aku selalu bertanya, adakah cinta yang tidak selalu berakhir benci.Tak lah.

Semua berakhir getir.Aku menjauh sajalah dari cinta.Takut merasakan getir lagi.Sesaat manis, getirnya lama.Mereka, para pujangga tak berdusta, tak sekedar menjalin kata menjadi syair." butuh satu jam mengenalmu, sehari menyukaimu, kemudian cintaimu, tapi seumur hidup untuk lupakanmu"Sigh..Aku benci kalimat itu.Tapi aku lebih benci lagi,mengakui kebenaran kalimat itu.Sudahlah, kuputuskan menjauh saja dari cinta.Cinta yang berakhir getir.Cinta yang menyakitkan.Sstt..tapi ku beri tahu rahasia, aku sebenarnya,dan hatiku menikmati getir dan sakit itu. Kamu juga??hah??

luapan situ jiwa II : cintaku tak separuh hati.

sakit masih melihatnya tertawa dalam luka yang dalam.tapi aku rasa, tak rela juga biarkan ia membawa bahagiaku pergi.kamu tahu apa rasa hidup separuh nafas? Setengah hati? Separuh hidup? Setengah mati?

ini apa yang aku rasa!? dia berlalu, berlari dan pergi membawa setengah, separuh itu, dari sini (jiwa).seluruh yang ada ditubuhku berpasangan. tangan,kaki,mata..hati. Hati??ya hatiku. bahkan hatiku berpasangan. itu yang kau bawa separuh, setengah. jika memang itu belahan hatiku, maka kuberi tahu jalan kembali..Tapi asal kau tau, aku mencintaimu tak pernah separuh hati. Aku mencintaimu sepenuh hati.

luapan situ jiwa, tapi tak memakan korban

akan ada masa yang hilang dalam kehidupan seseorang.aku kini disini.. tak begitu lama memang.tapi waktu yang singkat itu menggoreskan banyak hal. luka, mulai dari yang tak berbekas, hingga yang tak bisa hilang.bahagia, dari yang tertawa saja, hingga meneteskan air mata.

aku berusaha memberi yang terbaik untuk kalian. walau kalian tak melihat itu suatu apa.pengembaraanku usai sudah disini.mungkin tak banyak juga yang ku beri.tak sebanyak yang ku kira dan ku raih. tapi cukup banyak untuk ku memperoleh ajaran.inilah yang aku gunakan nanti, terbaik ku akan keberikan juga pada mereka.meski kalian pikir itu juga bukan suatu apa.terpenting buatku adalah, Dia merestuinya.dan asa dari orang orang terdekat yang kusayang, yang kini digantungkan di pundak ku.itu lah yang akan menjadi penuntun ku dan berkat ku melangkah.terimakasih kawan dan lawan. baik buruk mu telah membentuk ku.doa umpat mu telah mengasah ku.puji caci mu telah menginspirasi ku.cium tampar mu telah menyemangati ku.kini kita berai, namun jiwa mengikat erat.baiklah teman teman, bismillahirahmanirrahim.