Saturday, 20 March 2010

Aku Hanya Mahkluk



Dan akupun terbuai Tuhan, oleh apa yang kata nya telah kau tuliskan.
Dan aku tidak mempertanyakan di awal.
Tapi waktu terus berjalan, hingga tibalah pada saat tanya itu.
Aku lari, lebih cepat ke depan, atau ke belakang?
Entah, tapi aku tak mencoba dua duanya.



Oh, Tuhan, disini Kau rupanya. Jadi masih ingat ada nya Aku di dunia?.
Bukannya Kau yang menitipka ruh itu pada nya.
Agar ia bisa berbuat dosa dan pahala.
Tapi Kau lupa Tuhan, aku ini mahkluk.
Kau tau maksut ku bukan?
Iya aku hanya mahkluk, jadi aku rasa aku tak bisa ikut semua garismu.
Tapi entah, mungkin garis ini berakhir indah.
Tapi hanya saja aku mahkluk yang tidak cukup kuat, tidak cukup berani, tidak cukup waras, untuk meniti garis ini hingga akhir.
Jadi bagaimana Tuhan?
Apakah aku masih akan Kau coba?
Apakah aku masih akan Kau tunggu?
Atau mungkin aku tidak terpilih untuk menuju akhir dari garis itu.
Hey, apakah iya aku bisa mempertanyakan atau menawar?
Aku hanya mahkluk!

3 comments:

cumasahabat said...

aku yakin tuhan kan menunggu kita walaupun dia juga tahu akan jadi apa kita di akhirnya..

teruslah berjalan sesuai garis edarnya, jgn kau jauhi meski kadang sulit kau dekati..

tempelsari said...

Yakinlah...Yakinlah dan Yakinlah, disaat jauh kita harus terus dan selalu mengejar-Nya, disaat dekat kita harus terus dan selalu mengikuti-Nya.

dwianggia said...

ingin rasanya keyakinan itu terus ada, tapi Tuhan seolah percaya bahwa aku adalah mahkluknya yang teramat kuat, sehingga terus di dera.